15 April 2013, Perang Korea Lagi?

Pasca pemberlakuan sanksi baru atas percobaan nuklir Korea Utara (Korut) oleh Dewan Keamanan (DK) PBB, eskalasi konflik di Semenanjung Korea memasuki tahap baru, yatu mulai dari pembatalan perjanjian non-agresi oleh Korut, ancaman penyerangan langsung, latihan militer bersama, sampai pengerahan alat-alat militer di sekitar Semenanjung Korea. Bahkan, sampai saat ini, peringatan Sekjen PBB, Ban Ki Moon terhadap Korut, belum mampu menghasilkan deeskalasi konflik. PBB mulai menyarankan negosiasi dalam menyelesaikan konflik.

Pada 2 April 2013, Juru Bicara Dinas Energi Atom Korut, melalui Kantor Berita Korut, KCNA, mengatakan, Korut akan mengaktifkan dan membangun kembali fasilitas – fasilitas nuklir, termasuk fasilitas pengayaan uranium dan reaktor Yongbyon berkapasitas 5 Megawatt yang ditutup sejak 2007. Fasiltas nuklir tersebut akan digunakan untuk kepentingan militer dan perlistrikan. Kebijakan Korut tersebut muncul setelah Amerika Serikat (AS) mengirim sejumlah pesawat pengebom ke Korsel berkemampuan nuklir B-52. Sebelumnya, AS telah mengirim pesawat pembom siluman B-2s, pesawat F-22, dan sebuah kapal perusak USS Fritzgerald ke pantai Korea Selatan untuk latihan gabungan bersama Korsel. Menanggapi ketegangan di Semenanjung Korea, Ban Ki Moon mengatakan, ketegangan di Semenanjung Korea sudah sangat tinggi, sehingga memperingatkan Korut tidak mengeluarkan ancaman nuklir. Tidak ada pihak yang ingin menyerang Korut karena ketidaksepakatan terhadap program nuklirnya. Namun, pihaknya khawatir akan adanya respon tegas terhadap provokasi militer Korut. Sementara, Juru bicara Markas Besar Tentara Rakyat Korea dalam laporan kantor berita KCNA juga telah menginformasikan kepada AS bahwa akan melakukan serangan ke AS yang berpotensi melibatkan serangan nuklir.

Sementara, pada 3 April 2013, Korut melarang pekerja Korsel memasuki zona industri bersama di Kota Kaesong diKorut yang terletak di perbatasan dengan selatan. Pekerja Korsel yang masih berada di zona industri Kaesong berjumlah 861, sementara yang berusaha masuk berjumlah 179. Menanggapi hal tersebut, pihak Korsel mendesak DPRK segera menormalisasi operasi kompleks industri tersebut. Kemudian, pada 4 April 2013, Menteri Pertahanan Korea Selatan, Kim Kwan Jin mengatakan, Korut telah menempatkan sebuah rudal berjarak jangkau menengah ke pantai Timur, bersamaan dengan penguatan pertahanan rudal Pasifik AS di tengah eskalasi ancaman Korut. Rudal tersebut dapar menjangkau jarak yang cukup jauh, tetapi tidak sampai ke daratan AS, dan bertujuan untuk uji tembak latihan militer Korut. Sehubungan dengan itu, tentara Korut memperingatkan kepada AS akan melakukan serangan nuklir sewaktu-waktu. Tentara telah berwenang untuk melawan agresi AS dengan kounter aksi militer praktis yang kuat. Sampai pada 5 April 2013, Korut teah menempatkan 2 rudal berjarak jangkau di pantai Timur.

Sebelumnya, pemerintah Korut memberikan peringatan kepada kedutaan-kedutaan asing yang berada di Korut untuk melakukan evakuasi karena tidak dapat menjamin keselamatan diplomat asing, terkait meningkatnya ketegangan nuklir di Semenanjung Korea. Namun, kedutaan asing masih tetap berada di Korut. Sementara, pada 7 April 2013, pejabat Senior AS mengatakan, AS memutuskan menunda rencana jangka panjangnya melakukan percobaan peluncuran rudal jarak jauh di California, untuk menghindari kesalahpahaman yang mungkin terjadi terkait ketegangan dengan Korut. Pasca penundaan peluncuran rudal jarak jauh AS, pada 8 April 2013, Presiden China, Xi Jinping mengatakan, tidak seorangpun seharusnya diizinkan menyebabkan sebuah kawasan, ataupun seluruh dunia dalam kekacauan untuk kepentingan sendiri. Menteri Luar Negeri China, Wang Yi menolak pernyataan, tindakan provokatif dari kawasan manapun dan tidak mengizinkan adanya kekacauan di sekitar wilayah China. Pihaknya mengkritik kebijakan Korut yang sebelumnya menyatakan tidak menjamin keselamatan perwakilan asing termasuk China di Korut.

Meskipun mendapat tekanan dan kritik dari berbagai negara dan lembaga dunia, termasuk PBB, eskalasi konflik di Semenanjung Korea masih belum menunjukkan penurunan, bahkan tindakan provokatif Korut dalam penggunaan senjata nuklir yang semakin meningkat, diikuti reaksi pertahanan militer AS dan Korsel, semakin meningkatkan ketegangan. Konflik ini tidak hanya berdampak pada konflik bersenjata/nuklit, tetapi juga berdampak pada kerjasama ekonomi maupun politik Korut dengan negara lain, termasuk pada semakin menurunnya hubungan politik China dan Korut. Tingginya dinamika ketegangan tanpa adanya indikasi penurunan, diikuti dengan adanya hari kelahiran Kim Il Sung (mantan Presiden Korut, kakek Kim Jong Un) pada 15 April 2013 disinyalir menjadi momentum yang akan digunakan Korut untuk melakukan tindakan provokatif lain. Tingginya ketegangan di Semenanjung Korea dapat memicu instabilitas politik dan keamanan, yang dikhawatirkan akan berdampak negatif di kawasan Asia Timur. Terkait perkembangan ini, Indonesia mempunyai celah untuk ikut berperan lebih pro aktif meredakan situasi melalui jalur diplomasi, dengan memanfaatkan kedekatan hubungan Indonesia dengan Korsel dan Korut dan terus mendorong diwujudkannya dialog maupun negosiasi/mediasi.

taken from : http://politik.kompasiana.com/2013/04/08/15-april-2013-perang-korea-lagi-544113.html

Wamil ???

Tari_Yoon Blog

 
Wajib Militer disingkat WAMIL dikutip dari wikipedia :
 
Wajib militer atau seringkali disingkat sebagai wamil adalah kewajiban bagi seorang warga negara berusia muda, biasanya antara 18 – 27 tahun untuk menyandang senjata dan menjadi anggota tentara. Yang harus Wajib militer biasanya adalah warga pria. Warga wanita biasanya tidak diharuskan wami”
 
Jadi setiap warga negara Pria yang sudah memenuhi syarat wajib militer di negara yang menerapkan Wajib Militer ini Harus mengikuti wajib militer tanpa terkecuali (Termasuk Artis). Diantara negara yang melakukan Wajib Militer ini ialah Negara Korea Selatan. Jadi jangan heran banyak selebritis Korea yang Walau sudah sangat terkenal dan populer dengan keartisannya juga mengikuti Wajib militer demi pertahanan nasional di Negara mereka, Korea.
 
Syarat Wajib Militer Korea Selatan:
1. Warga negara korea selatan asli
2. Berumur min 20 max 30 th
3Tidak mengalami gangguan kesehatan kronis
4. Mau ditempatkan dimana saja
5. Bukan anak tunggal…

View original post 139 more words

Ramyeon ????

ramyeon mi instan Korea

Indonesia dan negara lain punya yang namanya Mie instan, kalau Jepang dengan Ramen.

Tapi kalau korea apa ya???????

Ramyeon

Mau coba bikin dirumah?Ini resepnya…….

Bahan :

250 g ramen yang sudah direbus, tiriskan Kuah

1 sdm minyak sayur

2 siung bawang putih, cincang

1 sdm daun bawang iris halus

150 g daging ayam cincang halus

600 ml kaldu ayam/air

1 sdm miso kuning

1 sdm kecap asin

1/2 sdt cabai merah bubuk

1/2 sdt merica bubuk

1 sdt garam

50 g paprika merah, iris memanjang kecil

50 g mentimun, iris memanjang kecil

1 sdt tepung kanji, larutkan dengan sedikit air

Cara membuat:

  1. Kuah : Tumis bawang putih dan daun bawang hingga layu.
  2. Masukkan daging ayam, aduk hingga matang.
  3. Tambahkan kaldu, bumbu, dan didihkan.
  4. Masukkan paprika dan mentimun, aduk hingga layu.
  5. Tuangi larutan tepung kanji, aduk hingga agak kental.
  6. Masukkan ramen, aduk hingga rata. Angkat.
  7. Tuang ke piring saji.
  8. Sajikan hangat.

Kebiasaan Unik Orang Korea

hanguk

Barangkali banyak diantara kita yang mengetahui tentang Korea dari K- Drama yang selalu kita tonton. Banyak kebiasaan-kebiasaan di Korea yang beberapa diantaranya berseberangan dengan kebiasaan kita di tanah air. Agar tidak mengalami kebingungan berinteraksi dengan mereka saat liburan di Korea, sebaiknya kita mempelajari bagaimana budaya dan hal-hal yang sering dilakukan penduduk negeri ginseng ini.

1.Cara Menyantap Mie

ramen05

Beberapa kebiasaan penduduk Korea yang mungkin terlihat aneh bagi kalian adalah mereka suka makan mie langsung dari pancinya. Berbeda dengan kita yang selalu meletakkan seporsi makanan di dalam piring, mereka langsung makan dari panci yang biasanya terbuat dari kuningan. Panci ini konon lebih cepat dingin dibandingkan jenis panci yang lain.  Tidak hanya itu, mereka juga sering makan dengan bunyi “slurps” yang justru sering kita hindari.

Itu sebabnya, jika melihat orang Korea sedang makan kesan yang muncul adalah nafsu makannya yang tak pernah habis karena selalu melahap aneka kudapan dengan semangat hingga mulutnya penuh makanan. Hal lain yang berhubungan dengan kebiasaan makan adalah kesukaan orang Korea mengonsumsi bawang putih yang diyakini dapat menetralkan tekanan darah. Mereka juga menanggap aneh jika makan dengan tangan, lazimnya warga negara penghasil girl band dan boy band ini, mereka selalu makan dengan menggunakan sendok atau sumpit yang terbuat dari stainless steel.

sendok

2.Suka Minum Minuman Beralkohol

Orang Korea  sangat menyukai minuman beralkohol yang paling banyak dijumpai yaitu Soju, di kalangan laki-laki maupun perempuan. Minuman ini seringkali digunakan sebagai simbol penghargaan pada teman atau tamu. Hal ini pula yang menyebabkan aktivitas minum bersama sampai mabuk menunjukkan bahwa diantara mereka sudah tidak ada rahasia lagi  dan bersahabat. Hal ini pula yang membuat kita akan sering melihat orang Korea yang sedang menggendong temannya karena mabuk.

soju

3.Kebiasaan Memukul Kepala

Nah, jika di Indonesia memegang kepala dianggap tabu, lain halnya dengan di Korea. Bahkan menurut kebiasaan negeri ini, kebiasaan memukul kepala adalah hal yang lumrah. Anda bisa menyaksikkan kebiasaan ini di adegan-adegan K-drama. Dua orang sahabat atau teman saling memukul kepala atau orang tua memukul kepala anaknya.

Hal lain yang agak berbeda dengan kebiasaan di Indonesia adalah orang Korea mudah sekali membentak dan memaki bawahannya jika ada kesalahan. Namun begitu, tiap usai kejadian mereka langsung saling meminta maaf dan tidak menyimpan dendam dihati. Kendati tergolong temperamental, warga negeri gingseng ini khususnya para penjualnya justru sangat ramah. Berapapun banyaknya jumlah barang atau besaran belanja yang kita habiskan mereka selalu mendoakan keselamatan para pembelinya.

Itulah beberapa kebiasaan yang mungkin akan sering Anda lihat selama berlibur ke Korea.

Wamil ???

 
Wajib Militer disingkat WAMIL dikutip dari wikipedia :
 
Wajib militer atau seringkali disingkat sebagai wamil adalah kewajiban bagi seorang warga negara berusia muda, biasanya antara 18 – 27 tahun untuk menyandang senjata dan menjadi anggota tentara. Yang harus Wajib militer biasanya adalah warga pria. Warga wanita biasanya tidak diharuskan wami”
 
Jadi setiap warga negara Pria yang sudah memenuhi syarat wajib militer di negara yang menerapkan Wajib Militer ini Harus mengikuti wajib militer tanpa terkecuali (Termasuk Artis). Diantara negara yang melakukan Wajib Militer ini ialah Negara Korea Selatan. Jadi jangan heran banyak selebritis Korea yang Walau sudah sangat terkenal dan populer dengan keartisannya juga mengikuti Wajib militer demi pertahanan nasional di Negara mereka, Korea.
 
Syarat Wajib Militer Korea Selatan:
1. Warga negara korea selatan asli
2. Berumur min 20 max 30 th
3Tidak mengalami gangguan kesehatan kronis
4. Mau ditempatkan dimana saja
5. Bukan anak tunggal *kalau anak tunggak gak wajib ikut
6. Bukan anak satu satunya yang laki laki *Kalau dikeluarganya tidak ada saudara laki-laki lainnya maka tidak wajib militer.
7. lolos tes sewaktu ujian ikut militer ( AU, AL, AD, atau menjadi pasukan amerika yang menjaga di perbatasan korsel-korut )
 
Apabila mengikuti wajib militer berarti harus bersedia mengikuti pelatihan selama 5 minggu dan 2 tahun setelah pelatihan awal itu. Dengan waktu yang lama seperti itu khusus buat Selebritis yang mendaftar wajib militer akankah menjadi awal kehancuran karir keartisan mereka?
 
Beberapa artis Korea yang mengikuti Wajib Militer diantaranya : Jung Ji Hoon, Merasa asing dengan nama Jung JI Hoon ? wajar saja karena nama bekennya di Indonesia ialah RAIN
 
Jung Ji Hoon / Rain
  
Selain Rain masih banyak lagi artis korea yang mengikuti WAjib Militer yang terbaru ini ialah Heechul.

Seni Lukis Korea

Walupun pelukis-pelukis Korea menunjukkan tingkat keterampilan tertentu yang terakumulasi sejak masa Tiga Kerajaan, sebagian besar lukisan yang dibuat telah musnah karena dilukis di atas kertas. Akibatnya, hanya mungkin bagi kita untuk mengapresiasi lukisan-lukisan dari masa itu dengan jumlah sangat terbatas, seperti misalnya lukisan-lukisan pada dinding makam.

Selain lukisan-lukisan dinding Goguryeo, ubin-ubin lanskap Baekje dan Lukisan Kuda Terbang dari Kerajaan Silla menjadi bukti kekhasan dan kualitas lukisanlukisan dari masa Tiga Kerajaan. Karya-karya ini menunjukkan garis-garis penuh energi dan berani serta komposisi yang sangat teratur, yang merupakan ciri-ciri khusus periode ini.

Hanya sedikit lukisan Kerajaan Silla Bersatu yang tersisa. Meski demikian, ilustrasi ajaran – ajaran Avatamsaka yang dilukis menjadi saksi meningkatnya kualitas lukisan pada periode ini. Garis-garis yang sangat halus dan hidup menjadi ciri lukisanlukisan ilustrasi ini.

Baik lukisan-lukisan dekoratif maupun lukisan-lukisan agama Budha mencapai puncaknya pada masa Dinasti Goryeo. Dalam periode ini, bermacam jenis lukisan dibuat. Lukisan-lukisan dari periode ini yang masih ada sampai sekarang terutama lukisan-lukisan agama Budha dari abad ke-13 dan 14.


Sansumunjeon Ubin dari tanah liat dengan pahatan lanskap pada relief dari Kerajaan Baekje.

Gambar-gambar pada dinding Muyongchong (Makam Para Penari) dari Kerajaan Goguryeo

Geumgangsan-do Pemandangan Panoramik Gunung Geumgang oleh seniman dari Dinasti Joseon Jeong Seon
Ciri-ciri utama lukisan-lukisan ini meliputi sikap badan yang elegan, lipatan-lipatan baju yang halus dan indah dengan warna-warna lebih lembut, yang kesemuanya menunjukkan sedang berkembangnya ajaran agama Budha dalam kurun waktu ini.

Prestasi terbesar dalam seni lukis Korea terjadi pada periode Dinasti Joseon. Para pelukis profesional yang terlatih serta para seniman terpelajar memainkan peran utama dalam perkembangan seni lukis Korea. Secara khusus, pertumbuhan ekonomi, stabilitas politik, dan perkembangan ideologi pada abad ke-18 berperan sebagai faktor pendorong bagi semakin dominannya gaya seni lukis Korea yang khas.

Kecenderungan ini bisa dilihat pada lukisan-lukisan lanskap dengan tema-tema sekuler. Jeong Seon (1676 – 1758) dan Kim Hong-do (1745 – 1816) dianggap sebagai dua pelukis utama pada periode ini. Jeong Seon mengisi kanvasnya dengan pemandangan indah gunung-gunung di Korea berdasarkan gaya lukis Aliran Selatan dari Cina, sehingga ia mampu menciptakan gaya lukis Korea yang khas. Ia telah memberikan pengaruh pada seniman Korea mana pun dalam perkembangan selera seni kaum terpelajar pada masanya, dan hal ini terus berlanjut sampai sekarang. Salah satu mahakaryanya adalah ”Pemandangan Panoramik Pegunungan Geumgang.”

Sementara itu, lukisan-lukisan Kim Hongdo sangat dihargai karena ia mampu menangkap kehidupan sederhana para petani, pengrajin, dan pedagang. Penggambarannya yang seksama namun penuh humor sangatlah menonjol. Pada tahun-tahun terakhir Dinasti Joseon, gaya-gaya seni lukis Korea semakin berkembang. Para pelukis yang tidak memperoleh latihan sebelumnya justru muncul sebagai penghasil lukisan-lukisan rakyat yang sangat aktif, dengan konsumen yang juga berasal dari rakyat biasa. Lukisanlukisan rakyat ini menampilkan penggunaan warna-warna cerah yang bebas serta disain yang disederhanakan dan telah distilisasi atau tidak menggunakan bentuk-bentuk natural.

Menyusul aneksasi paksa Korea oleh Jepang pada tahun 1910, gaya seni lukis tradisional lama-lama semakin tergeser oleh gaya seni lukis menggunakan cat minyak, yang mulai dikenal pada periode ini dan menjadi populer. Setelah Korea bebas dari penjajahan Jepang pada tahun 1945, gaya seni lukis tradisional Korea dihidupkan kembali oleh sejumlah seniman terkemuka.

Pada saat yang sama, banyak seniman Korea memperoleh pendidikan di Eropa dan Amerika Serikat yang membuat negara kelahiran mereka tetap bisa mengikuti perkembangan kontemporer seni lukis di luar Korea.


“Burung Magpie dan Macan” sebuah tema populer pada lukisan rakyat
Pada 1950-an, institusi milik pemerintah, Lembaga Eksibisi Nasional (National Exhibition)memainkan peran penting dalam memajukan kesenian Korea. Lembaga Eksibisi Nasional memiliki atmosfir yang agak formal dan akademis serta cenderung memilih karya-karya yang bersifat realistis. Dengan demikian, seniman-seniman muda yang mengejar kreatifitas dalam karya-karya mereka mencari suatu bentuk kesenian yang sesuai dengan jaman yang baru. Dimulai pada akhir era 1960-an, seni lukis modern Korea mulai mengubah arah menuju abstraksi eometris. Seniman-seniman lain memiliki minat besar pada tema-tema yang mengungkapkan kesatuan alami antara manusia dan alam.

Lukisan-lukisan Korea pada era 1980-an sebagian besar merupakan reaksi terhadap modernisme era 1970-an. Dalam periode ini, para seniman memiliki pendirian teguh bahwa seni seharusnya menyampaikan pesan berkaitan dengan masalah-masalah sosial pada masa itu. Sejak saat itu, telah ada minat pada isu-isu modernisme dan pos-modernisme.

Pada tahun 1995, Bienalle Internasional Gwangju diselenggarakan. Peristiwa ini memberikan kesempatan bagi seniman-seniman modern Korea untuk berkumpul bersama tokoh-tokoh utama dari dunia kesenian internasional. Seni video Paik Nam-june merupakan salah satu pameran yang paling terkemuka.


“Ssireum” (Pertandingan Gulat Korea) karya Kim Hong-do, seorang seniman dari Dinasti Joseon.

“Peta Amerika Serikat” karya seniman video ternama Paik Nam-june, yang dipamerkan di Museum Smithsonian, Washington D.C.
Kini, baik gaya seni lukis tradisional maupun Barat samasama diajarkan dan dipelajari di Korea sehingga menjadi salah satu masyarakat seni yang paling memiliki keterampilan beragam di dunia. Banyak pelukis-pelukis Korea aktif berkarya di New York, Paris, dan pusat-pusat seni kontemporer yang lain.

Seni Rupa Korea

Meski manusia mulai mendiami Semenanjung Korea pada Zaman Paleolitikum, peninggalan-peninggalan yang ada menunjukkan bahwa asal-usul seni rupa Korea mulai mengacu pada Zaman Neolitikum (kira-kira 6.000 sampai 1.000 SM).

Pahatan-pahatan batu pada tebing di sisi sungai, yang disebut Bangudae di Ulsan di pantai tenggara Korea memberikan deskripsi yang jelas mengenai binatang-binatang yang hidup di situ dan merupakan seni yang menonjol dari Zaman Prasejarah.

Nilai estetika masa ini juga bisa ditemui pada makam dan pola berbentuk terung pada barang-barang tembikar untuk keperluan sehari-hari. Pada Zaman Perunggu(kira-kira 1.000 – 300 SM), berbagai macam barang dari perunggu termasuk cermin, lonceng, dan anting-anting dihasilkan, yang sebagian besar bertujuan menunjukkan kekuasaan raja atau dibuat untuk tujuan-tujuan keagamaan serta untuk menimbulkan kekaguman.

Selama masa pemerintahan Tiga Kerajaan, Goguryeo (37 SM – 668 M), Baekje(18 SM – 660 M), dan Silla (57 SM – 935 M), tiap kerajaan mengembangkan seni rupa yang berbeda yang dipengaruhi oleh keadaankeadaan geografis, politis, dan sosial yang khas.

Lukisan dinding pada makam-makam Goguryeo, yang kebanyakan ditemukan di sekitar Jiban dan Pyongyang, menunjukkan kebesaran seni kerajaan ini. Lukisanlukisan dinding pada keempat dinding dan langit-langit ruang penguburan menampilkan gambar-gambar dengan warna cerah dan gerakan penuh energi dan dinamis, menggambarkan pemikiran – pemikiran mengenai kehidupan di bumi dan di dunia sesudah kematian.

Seni Baekje terutama ditandai oleh permukaan yang halus serta senyum-senyum yang hangat seperti ditemukan pada gambar tiga serangkai Budha yang dipahat pada batu di Seosan. Para arkeolog menemukan koleksi perhiasan emas yang kaya, termasuk mahkota, anting-anting, kalung dan ikat pinggang dari makam-makam Kerajaan Silla, yang jelas merupakan ungkapan kekuasaan.

Patung Maitreya (Budha dari masa depan), terbuat dari perunggu yang Benang-benang dari emas serta biji-biji emas yang ditemukan di dalam makam bersamadengan perhiasan-perhiasan yang amat indah membuktikan keterampilan artistik yang sangat tinggi dari kerajaan ini.

Sementara itu, pengakuan resmi akan agama Budha sepanjang pemerintahan Tiga Kerajaan berujung pada dibuatnya dibuatnya patung-patung Budha.

Salah satu contoh utama adalah patung Maitreya (Budha Masa Depan) yang duduk dalam meditasi dengan salah satu jarinya menyentuh pipi.

Lonceng Ilahi milik Raja Seongdeok (akhir abad ke-18) merupakan yang Kerajaan Silla Bersatu (676 – 935) mengembangkan suatu budaya artistik yang telah diperindah dengan selera internasional yang kuat sebagai akibat dilakukannya pertukaran – pertukaran dengan Dinasti Tang dari Cina (618 – 907).

Meski demikian, tetap saja agama Budha menjadi kekuatan pendorong utama di balik perkembangan budaya Kerajaan Silla.
Gua Seokguram, contoh sempurna seni rupa Kerajaan Silla Bersatu, merupakan mahakarya yang tidak ada bandingannya karena patungpatungnya yang megah, ungkapan-ungkapannya yang realistis, serta bagian-bagiannya yang khas.

Di samping itu, para pengrajin Kerajaan Silla juga sangat mahir dalam membuat lonceng kuil. Lonceng-lonceng perunggu seperti Lonceng Ilahi milik Raja Seongdeok yang dibuat pada akhir abad ke-8 terkenal karena desainnya yang elegan, suaranya yang nyaring, serta bentuknya yang sangat besar.

Nilai artistik Kerajaan Goryeo (918 –- 1392) dapat dilihat dari barang-barang seladon. Warna hijau seperti pada batu permata jade, disain yang elegan, dan berbagai macam seladon Goryeo merupakan keindahan yang sangat tinggi dan berbeda dari keramik – keramik buatan Cina.

Sampai paruh pertama abad ke-12, seladon Goryeo dikenal karena warnanya yang bersih, sedangkan pada paruh kedua abad tersebut teknik menoreh disain pada tanah liat dan mengisi ceruk-ceruknya dengan tanah liat lunak warna putih atau hitam menjadi ciri utamanya.

Bangunan kayu tertua yang dibangun pada masa ini serta masih ada sampai sekarang adalah Muryangsujeon(Ruang Kehidupan Tak Terbatas) di Kuil Buseoksa di Yeongju, Propinsi Gyeongsangbuk-do. Dipercaya bahwa bangunan ini dibangun pada abad ke-13.

Muryangsujeon, bangunan kayu tertua di Korea
Disain arsitektur dari kayu dalam Jaman ini dapat dikelompokkan dalam dua jenis besar, jusimpo (siku-siku tiang untuk menopang atap) dan dapo (perangkat multi-siku yang ditempatkan baik pada kusen di antara bubungan ataupun tiang-tiang). Secara khusus, sistem dapo dikembangkan untuk pembangunan bangunan-bangunan megah berskala besar. Dua bentuk konstruksi ini tetap menjadi dasar bagi pembangunan arsitektur kayu sampai dengan berkuasanya Dinasti Joseon.
ceramics Buncheong, periuk yang terbuat dari tanah liat berwarna abu-abu dan dihiasi dengan lapisan tanah liat lunak warna putih, merupakan jenis keramik yang dibuat pada masa Dinasti Joseon.

Keramik ini dilapisi oleh lapisan berwarna biru keabu-abuan yang mirip dengan jenis seladon.
Yang juga menjadi produk khas dari Jaman ini adalah porselen porselen warna biru dan putih. Digunakan oleh rakyat biasa dalam kehidupan sehari-hari mereka, barang-barang Buncheong dihiasi oleh pola-pola bebas.

Vas porselen dari Dinasti Joseon yang berwarna biru dan putih dengan Porselen putih, yang menunjukkan harmoni yang sempurna antara lekukan-lekukan dan nadanada warna yang halus merupakan contoh puncak keindahan seni.

Dimulai pada pertengahan abad ke-15, porselen biru dan putih mulai menunjukkan nilai estetik yang tinggi berkat polapola menawan yang dilukis pada zat warna kobalt berwarna biru pada seluruh permukaan porselen.

Bangunan ini beserta banyak bangunan kuil dan istana yang lain kini sedang dibangun kembali atau direstorasi dengan menggunakan metode-metode tradisional.

Arsitektur Barat diperkenalkan di Korea pada akhir abad ke-19, ketika gereja-gereja dan kantor-kantor untuk kedutaankedutaan asing dibangun oleh para arsitek daninsinyur dari luar negeri. Sejak era 1960-an, dalam proses industrialisasi dan urbanisasi Korea, Pemerintah melangkah maju dengan rencana-rencana pembangunan dan sejumlah bangunan tua yang indah dirubuhkan dan digantikan dengan bangunan-bangunan baru yang tidak sedap dipandang mata.

Namun demikian, dalam tahun-tahun terakhir ini telah ada diskusi aktif mengenai hal ini dan konsep yang telah ada sekian lama mengenai bagaimana menyelaraskan bangunan-bangunan dengan alam kini sedang dihidupkan kembali.